Bayar Pajak Yang Benar Dong

Google Facebook Twitter Yahoo Harus Bayar Pajak Perusahaan

Bayar Pajak Yang Benar Dong - Berita heboh dari Jawa Pos edisi hari Kamis, tanggal 7 April 2016, tentu membuat semua yang membaca menjadi prihatin, ternyata hampir semua perusahaan kelas dunia, selama ini tidak mendaftarkan perusahaan mereka sebagai Badan Usaha Tetap (BUT).

Sebagai BUT maka selama ini mereka hanya membayar kewajiban pajak karyawan saja, disebabkan selama ini mereka hanya mendaftarkan perusahaan, hanya sebagai representative office (perusahaan penghubung).

bayar pajak yang benar dong

Mereka memanfaatkan kelemahan negara, dengan cara mengambil keuntungan bisnis online sebesar mungkin, namun menghindari kewajiban membayar pajak perusahaan, yang seharusnya dibayarkan ke negara tempat mereka mengambil keuntungan bisnis, dari sejak awal memulai usaha.

Google, Facebook, Twitter, Yahoo dan sekitar 3.500 perusahaan asing di Indonesia, yang memiliki status representative office (perusahaan penghubung), menggunakan status perusahaan hanya untuk akal-akalan upaya menghindari pajak perusahaan.

Kegiatan mereka di Indonesia tidak hanya sekedar sebagai perusahaan penghubung. Anda dan semua tahu dan bisa melihat, bahwa operasional harian semua perusahaan itu, dipastikan melakukan kegiatan bisnis untuk mendapatkan untung.

Mereka telah menikmati hasil luar biasa dari semua transaksi internet dari jutaan masyarakat Indonesia. Namun selama ini mereka tidak membayar pajak perusahaan, mereka selama ini termasuk perusahaan nakal.

Berita heboh diatas, berisi kenyataan bahwa mereka tidak bayar pajak perusahaan (PPh Badan), dan PPN atas income revenue dari iklan yang jumlahnya sangat besar sekali.

Mereka semua berlindung di belakang status perusahaan sebagai perusahaan penghubung, artinya mereka hanya membayar pajak penghasilan karyawan (PPh Karyawan) saja, menghindari membayar pajak perusahaan.

Sebagai gambaran, bahwa di Inggris, awalnya Google hanya membayar pajak sebesar 1.3 juta poundsterling, namun sejak ditetapkan sebagai Badan Usaha Tetap (BUT), maka kewajiban pajak yang harus dibayar Google ke pemerintahan Inggris menjadi 100 kali lipat, yakni sebesar 130 juta poundsterling.

Sejak tahun 2005 Google membayar pajak ke pemerintah Inggris sebesar US$ 181 juta, sementara pemerintah Perancis menagih pajak dari Google sebesar US$ 1.76 miliar dolar.

Pemerintah Amerika hingga pertengahan bulan April 2016, sedang giat menghitung mencatat pelaku bisnis internet seperti Google, Facebook, Twitter, Yahoo.

Para analis mengingatkan bahwa aturan baru tentang pajak di Amerika Serikat, bisa jadi akan melipatgandakan kewajiban pajak para pelaku bisnis online, dan dipastikan akan menggerus laba keuntungan mereka.

Gak Bayar Pajak? Malu Dong



Bagaimana Upaya Pemerintah Indonesia?

Pada tahun 2016, program kerja utama di Direktorat Jendral Pajak adalah merupakan tahun penegakan hukum.

Artinya pemerintah Indonesia tidak akan memberikan ampun bagi pihak yang dinilai menyelewengkan kewajiban membayar pajak.

Terkait dengan judul artikel, Dirjen Pajak telah menemukan bukti kuat bahwa empat perusahaan kelas dunia itu, selama ini tidak mendaftarkan perusahaannya sebagai Badan Usaha Tetap (BUT).

Hanya saja baru pekan lalu, Dirjen Pajak Republik Indonesia telah menetapkan ke empat perusahaan kelas dunia itu, memiliki status sebagai Badan Usaha Tetap (BUT).

Dengan penetapan itu, maka Dirjen Pajak akan melakukan penelitian dan pemeriksaan kewajiban perpajakan atas penghasilan negara.

Potensi penambahan pendapatan pajak pemerintah Indonesia dari kejadian ini bisa mencapai triliunan rupiah.

Dasar penetapan ke empat perusahaan kelas dunia itu menjadi Badan Usaha Tetap (BUT), adalah Digital Economy di G20.

Didalam Digital Economy G20 tercantum bahwa apabila Anda mendapat manfaat dari suatu negara, maka pajak kegiatan bisnis, harus dibayarkan ke negara tersebut.

Gak Bayar Pajak? Malu Boss!!!



Menurut catatan Adstensity, perputaran nilai iklan digital di Indonesia tahun lalu diperkirakan sebesar 16,7 triliun rupiah.

Adapun aplikasi dalam jaringan internet atau biasa disebut over the top (OTT), mendapatkan porsi 50 hingga 60 persen dari jumlah itu. Nah...itu baru dari iklan, belum dari pendapatan lain.

Pajak OTT dipastikan terus akan meningkat berlipat ganda, karena pengguna aplikasi dalam jaringan internet dipastikan bertambah sangat cepat, seiring peningkatan kecanggihan dan semakin tingginya angka penjualan smartphone.

Terkait tentang sangsi, upaya menghindar dari pihak perusahaan untuk menjadi Badan Usaha Tetap (BUT), maka terancam hukuman empat tahun penjara.

Bayar Pajak Yang Benar Dong
Semoga bermanfaat.

Kembali ke : Daftar Isi Blog Teknik Dan Strategi Pemasaran

SEO Tools | SEO Company | SEO Services

Membangun Bisnis Dan Teknik Pemasaran Produk

Cara Membangun Bisnis Membangun Bisnis Dan Teknik Pemasaran Produk Bagaimana perusahaan besar melakukan analisis peluang bisnis di s...

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan masukan e-mail Anda untuk mendapatkan kiriman artikel terbaru dari blogumore.blogspot.com

Jangan lupa lakukan konfirmasi melalui link aktivasi yang terkirim ke e-mail Anda

Delivered by FeedBurner