Strategi Bertahan Perusahaan Di Masa Krisis Ekonomi

Tanda Sinyal Krisis Ekonomi

krisis ekonomi

Strategi Bertahan Perusahaan Di Masa Krisis Ekonomi - Kondisi krisis ekonomi sedang terjadi, apabila memenuhi tanda sinyal ekonomi berikut ini :

*     Laju daya beli masyarakat menurun.
*     Melemahnya nilai tukar mata uang.
*     Angka inflasi meningkat merata di semua daerah.

Efek dampak ketiga tanda sinyal itu, adalah menurunnya permintaan barang dan jasa.

Penurunan permintaan barang jasa, diikuti munculnya fenomena sikap para pengelola usaha (pengusaha) masing-masing mengeluarkan jurus strategi bertahan hidup, atau bahkan menutup usaha.

Suatu perusahaan dalam kondisi bertahan hidup, dipastikan melakukan efisiensi di semua lini usaha.

Jurus strategi efisiensi usaha, diantaranya :

*     Pembatasan jam kerja.
*     Pengetatan pemakaian biaya operasional.
*     Pemutusan hubungan kerja.

Kondisi menakutkan diatas sudah terjadi beberapa kali, dan korbannya tentu ada, namun kenyataan bahwa hingga kini Anda dan saya tetap masih bisa melakukan kegiatan dan baik saja.

Artinya krisis ekonomi global tidak selalu membawa malapetaka.

Bisa jadi malapetaka terjadi pada jenis usaha A, namun justru menguntungkan bagi jenis usaha B, dan bahkan kondisi krisis ekonomi dapat memunculkan jenis usaha C.


Krisis Membawa Malapetaka?, Belum Tentu

Diawali kondisi gegap gempita hasil pemilu 1997, diikuti gerakan mahasiswa pada tahun 1998, dan kisah cerita sejarah kelanjutannya merupakan catatan rangkaian krisis ekonomi berkepanjangan terjadi di Indonesia.



Saat itu kondisi krisis ekonomi Indonesia tidak menguntungkan, harus ditambah lagi berita kejadian yang ditayangkan hampir semua jenis media yang ada di bumi ini, tentang runtuhnya menara kembar gedung WTC di New York (salah satu kota di Amerika).

Tragedi WTC

Keruntuhan menara kembar WTC sebagai akibat dari dua pesawat ditabrakkan tepat di masing-masing gedung tersebut.

Kejadian tahun 2001 itu terkenal sebagai tragedi WTC, atau tragedi 9/11 karena terjadi pada tanggal 11 September 2001.

Apa akibat dari kejadian tersebut?.

Kejadian itu memiliki dampak turunnya permintaan penumpang pesawat terbang karena kondisi psikologis takut terbang hampir mewabah saat itu.

Dampaknya industri pariwisata babak belur merata.

Baca Strategi Bertahan Demi Meraih Sukses

Contoh Kebangkrutan Perusahaan

Selentingan kabar ada satu perusahaan dot com, tiga bulan sebelum tragedi WTC, mendapatkan order proyek komputerisasi grup hotel, yang memiliki jaringan hotel hampir ada di seluruh daerah di Indonesia.

Kemenangan persaingan lelang pekerjaan karena perusahaan dot com ini, saat itu memang sedang kinclong keuangannya.

Memiliki kemampuan finansial untuk membiayai semua pengadaan perangkat keras dan jaringan, sementara pengadaan software telah tersedia.

Semua pelunasan biaya proyek disepakati cukup dibayar dengan menggunakan voucher hotel saja.

Saat sebelum tragedi WTC, memang roda industri pariwisata sedang bagus bagusnya, industri pariwisata sedang mengalami pertumbuhan.

Pelunasan biaya proyek dibayar dengan voucher hotel hampir di semua hotel di Indonesia, tentu masih relevan sangat menggiurkan.

Namun dampak kejadian WTC membuyarkan harapan, bumerang meluncur telak dan membuat kekacauan usaha dot com.

Modal usaha sudah terlanjur keluar untuk membayar perangkat keras dan jaringan.

Kebangkrutan usaha disebabkan kondisi keuangan perusahaan hanya terisi jutaan eksemplar voucher hotel yang tidak bisa dijual, karena para turis takut terbang.

Industri dot com bubar jalan.

Contoh Strategi Bertahan Perusahaan

Industri pariwisata saat setelah tragedi WTC, memang babak belur, namun terbukti manajemen strategi perusahaan, telah mampu menyelamatkan jenis industri pariwisata seperti hotel dan lainnya, dan wujud buktinya tetap masih bertahan hingga saat ini.

Baca : Waspada Seleksi Alam Bisnis Anda


Contoh Muncul Lahir Perusahaan

Fenomena wabah psikologis takut terbang, membawa dampak akibat buruk berupa banyak perusahaan penerbangan memarkirkan pesawat di hanggar.

Beban biaya pemeliharaan pesawat dan beban biaya operasional perusahaan penerbangan, tentu tidak sedikit.

Apapun peluang pasti diambil, untuk bertahan hidup bagi perusahaan penerbangan dan semua diupayakan semaksimal mungkin.

Pasca kejadian tragedi WTC, diikuti terpuruknya industri penerbangan, dan muncul wabah dampak psikologis takut terbang.

Dua kondisi "sangat tidak menyenangkan" itu, ternyata justru menjadi jembatan peluang menggiurkan bagi pengusaha kelas pelopor.

Tersebutlah ada dua bersaudara kelahiran Cirebon (salah satu kota di Indonesia), yang saat itu masih baru sebatas kelas pengusaha penjual mesin ketik dan biro jasa perjalanan (tour and travel), dan kebetulan pada bulan Juni 2000, baru merintis usaha bisnis bidang industri penerbangan, dengan modal memiliki satu pesawat jet (pinjaman pula).

Sebentar ... sebentar ... pengusaha tour and travel saat itu, tidak sama seperti pengusaha tour and travel yang sedang marak saat ini.

Jangan salah ya, bahwa pada jaman itu harga tiket pesawat masih selalu terkait dengan kata "JUTA", pada jaman itu tidak ada kata "RIBU" untuk selembar tiket pesawat di Indonesia.

Bisa Anda bayangkan dua saudara ini, saat krisis justru baru buka usaha, maka bisa ditebak, baru tiga bulan usaha jalan, sudah bikin puyeng kepala, alhasil muncul ide upaya untuk jual usaha itu.

Namun hehe disini ada pemegang peran amat sangat luar biasa penting sebagai sang pendukung utama.

Siapa lagi kalau bukan peran wanita dibelakang keduanya, dan ini satu bukti lagi, bahwa dibelakang orang hebat dipastikan ada peran wanita yang super hebat pula.

Nyaris usaha industri penerbangan yang baru berusia tiga bulan itu akan dijual, namun Istri tersayang, mencegah dengan berbagai upaya, dan akhirnya berhasil dan tidak jadi dijual.

Pasca tragedi WTC, dua bersaudara ini, memanfaatkan banyaknya pesawat yang terparkir di hanggar, untuk disewa.

Karena banyak perusahaan penerbangan sedang terpuruk, maka memanfaatkan harga sewa pesawat lumayan murah banget tentu perlu dijalankan.

Karena harga sewa pesawat sangat murah, maka dua bersaudara ini akhirnya mampu mengobati psikologis takut terbang, dengan menyodorkan alternatif harga tiket murah bagi penumpang pesawat.

Bisa ditebak, harga tiket yang dominan dengan kata "JUTA", bisa dibuat bertekuk lutut, dan keduanya bisa menyandang sebagai Pelopor Penerbangan Murah bagi penumpang pesawat di Indonesia.

Revolusi harga tiket pesawat yang dibangun kedua bersaudara, sesuai slogan perusahaan berbunyi "Kami membuat masyarakat bisa terbang", telah mampu mengobati wabah psikologi takut terbang.

Untuk diketahui, bahwa dua bersaudara "calo tiket" itu, telah lama dikenal dikalangan pegawai di semua perusahaan penerbangan, terutama dua perusahaan penerbangan terbesar di Indonesia saat itu, yakni Garuda dan Merpati.

Maka dari itu membuka perusahaan penerbangan yang harus dilengkapi tetek bengek persoalan manajemen, tidak sulit bagi keduanya karena faktor kedekatan keduanya dengan para pegawai dua perusahaan itu.

Kini si penjual tiket pesawat telah membalik keadaan menjadi pemimpin perusahaan penerbangan terbesar di Indonesia, yang dilaporkan Forbes pada tahun 2014 kekayaannya ditaksir sekitar Rp. 21.8 Triliun.



Silahkan membuka biografi si penjual tiket, melalui link berikut ini :

*     Website Biografiku     : http://www.biografiku.com/2013/05/biografi-rusdi-kirana-pemilik-maskapai.html
*     Website Wikipedia     : https://id.wikipedia.org/wiki/Rusdi_Kirana
*     Website TribunNews : http://www.tribunnews.com/bisnis/2015/02/21/profil-pemilik-lion-air-rusdi-kirana-salesman-mesin-ketik-yang-kini-punya-maskapai-terbesar


Kesimpulan

Dari ketiga kondisi nyata diatas, telah menjadi bukti bahwa kondisi krisis ekonomi bukan hanya semata merupakan malapetaka, melainkan bisa menjadi arena pertunjukan cara bertahan hidup perusahaan, dan bahkan bisa menjadi arena sepak terjang para pemilik skill talent sebagai seorang pengusaha pelopor.

Strategi Bertahan Perusahaan Di Masa Krisis Ekonomi
Semoga bermanfaat.

SEO Tools | SEO Company | SEO Services

Membangun Bisnis Dan Teknik Pemasaran Produk

Cara Membangun Bisnis Membangun Bisnis Dan Teknik Pemasaran Produk Bagaimana perusahaan besar melakukan analisis peluang bisnis di s...

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan masukan e-mail Anda untuk mendapatkan kiriman artikel terbaru dari blogumore.blogspot.com

Jangan lupa lakukan konfirmasi melalui link aktivasi yang terkirim ke e-mail Anda

Delivered by FeedBurner