Digital Media Advertising

Digital Media Advertising - Bagaimana cara ikut menikmati potensi besar bisnis pemasaran online atau e-commerce sebesar 172,9 miliar rupiah, sementara baru bisa ditangani sebesar 35 miliar rupiah?. (data sumber Humas UGM).

Pasar bisnis penyediaan media video display advertising telah mampu menjangkau kawasan kota kabupaten, terutama yang terletak pada lokasi strategis tidak jauh dari hilir mudik jalan-jalan yang dikelola pemerintah pusat maupun propinsi, trend permintaan meningkat seiring perkembangan penghuni suatu kawasan.

digital media advertising
Modal utama bisnis pemasaran online (e-Commerce), adalah kemampuan mengembangkan ide dan kreatifitas, sementara tantangan permasalahan terletak pada masih sedikitnya pemilik kartu kredit dan minimnya pola sistem pengiriman barang.

Potensi besar peluang bisnis pemasaran online, dapat merujuk pada data perkembangan sosial politik di tanah air, media digital ternyata memberikan pengaruh besar dalam peran transformator gerakan sosial dan politik, memperkuat demokrasi, memperluas sumber informasi dan partisipasi politik di sebuah negara. Media telah menjadi ruang sosial di mana kekuasaan ditentukan.

Perkembangan pasar potensial bisnis video display advertising diikuti revolusi digital media advertising sebagai sarana prasarana penunjang bisnis pemasaran online, saat ini bisa merupakan pertanda tonggak kembalinya politik akar rumput, bahkan mampu mengubah perilaku dan pandangan politik kaum muda.

Kandidat presiden dan politisi yang memanfaatkan digital media advertising akan meraih banyak dukungan, sebagai contoh seperti dilakukan Obama.

Ia berhasil menjadi presiden dengan menggunakan massa pendukungnya di facebook dan twitter memberikan sumbangan dana sebesar 10 dolar per orang.

Barack Obama tidak akan terpilih sebagai presiden tanpa dukungan pemasaran online lewat media internet.

Salah satu pemain bisnis pemasaran online atau e-commerce di Indonesia adalah jasa layanan U Ad - yang dikelola oleh salah satu anggota perusahaan Telkom, yakni PT Metranet.

Perusahaan ini menjadi penyedia platform lengkap untuk digital media advertising sehingga memiliki peran sebagai aggregator bagi pemasang atau agen periklanan dengan publisher.



Baca : Perilaku Konsumen

Seperti diketahui bahwa sekitar 50% transaksi iklan digital menggunakan platform Google.

Kue iklan digital media advertising, diproyeksikan mencapai Rp12 triliun pada tahun 2014, dan diperkirakan meningkat menjadi Rp35 triliun pada tahun 2019.

Sekitar 3%-5% dari nilai tersebut akan dinikmati oleh penyedia platform dan sisanya diambil oleh agen iklan dan publisher.

Direktur Utama PT Metranet Widi Nugroho mengatakan industri iklan digital di Indonesia belum memiliki penyedia platform lokal yang kuat untuk memfasilitasi pengiklan atau agen dengan publisher.

“Kami targetkan pada 2019 mendatang - bisa menjadi yang terbesar, dengan market share 30% untuk platform digital media advertising”, katanya.

Apabila hal itu tercapai, artinya U Ad bisa meraih keuntungan Rp525 miliar.

Widi mengatakan Metranet mengandalkan profilling para pengakses Internet dari jaringan tetap dan selular milik Telkom.

Hasilnya, insight tersebut membuat para pemasang iklan bisa menyasar target iklan dengan cara lebih efektif. “Google tidak memiliki profile traffic.

Sementara kami bisa melakukannya dari para pengguna Indi Home dan Telkomsel,” katanya.

Indi Home merupakan jasa layanan fiber to the home milik Telkom.

Indotelko.com - Memberitakan bahwa "Metranet Genjot Bisnis Iklan Digital dengan U Ad".

Dalam catatan, Metranet banyak melakukan kerjasama strategis - guna memperkuat bisnis media digitalnya.

Tercatat, melakukan kejasama usaha dengan strategis partner seperti Microsoft Online Inc untuk proyek pengembangan portal PlasaMSN.

Metranet  melakukan sinergi kerjasama strategis memanfaatkan kekuatan Telkom group, antara lain dengan Finnet untuk jasa layanan Internet Payment Gateway.

Berikutnya dengan Melon untuk program pemasaran online (Online Advertising).

Bekerjasama dengan Infomedia untuk pemasaran media digital (Digital Media Advertising) dan BPO, serta dengan Telkom Sigma untuk jasa layanan Data Center.

Platform bisnis Metranet didukung ketersediaan e-Commerce (website), online e-Payment, Portal, internet payment gateway, dan partner delivery.

Posisi Metranet sebagai publisher menjadikannya bisa bermain pada pemasaran Wifi (Wifi Advertising), Indi Home broadband advertising, maupun mobile advertising dari Telkomsel.

Melalui U Ad, Metranet memiliki peran sebagai penyedia platform hingga sebagai aggregator bagi pemasang atau agen periklanan dengan publisher.

“Industri iklan digital di Indonesia belum memiliki penyedia platform lokal yang kuat - untuk menjadi fasilitator pengiklan atau sekaligus menjadi agen dengan publisher.

Saat ini Google praktis tidak memiliki pesaing berarti, akibatnya publisher di Indonesia memiliki daya tawar lemah - saat melakukan negosiasi bagi hasil dengan mereka.

Dengan U Ad, "kita tidak lagi cuma mendapat uang recehan", katanya.

Menurutnya, Metranet memiliki kekuatan pada profilling para pengakses Internet dari jaringan tetap dan selular milik Telkom.

Kekuatan data itu membuat pengiklan bisa menyasar target iklan dengan lebih efektif.

“Google tidak memiliki profile traffic. Tapi kami bisa melakukannya dari para pengguna Indi Home dan Telkomsel,” katanya.

Dalam catatan, tahun 2014 pengguna Telkomsel yang sudah siap menggunakan jasa layanan data jumlahnya sekitar 67,86 juta, sementara para pengguna pada jaringan 3G sekitar 40,42 juta.

Sementara pengguna Fixed Broadband sekitar 3,4 juta, dimana 200 ribu diantaranya menggunakan layanan triple play (telepon rumah, layanan speedy dan TV kabel berbayar) milik IndiHome.

Dari Liputan6.com, Jakarta - Memberitakan bahwa pertumbuhan pengguna perangkat komputer dan gadget cukup pesat di Indonesia, mendorong perkembangan ekosistem industri digital.

Salah satu lini bisnis industri digital yang diprediksi akan terus bertumbuh, adalah bisnis pemasaran online - diantaranya adalah periklanan digital (digital media advertising).

Menurut data yang dirilis perusahaan riset eMarketer, nilai bisnis periklanan digital di seluruh dunia pada tahun 2012 adalah Rp 1,6 triliun, jumlah tersebut diproyeksikan akan meningkat pesat pada tahun 2016 menjadi Rp 13,3 triliun.

Google sebagai perusahaan raksasa berbasis internet terbesar di dunia, diakui mendominasi pasar iklan digital.

Perusahaan yang berbasis di Mountain View, California itu, menguasai 33,24% pasar periklanan digital secara global.

Terkait hal periklanan terbesar di dunia ini, silahkan membuka kembali artikel web blogumore - berjudul "Tujuan Utama Blogging Adalah Pemasaran Iklan".

Di Indonesia, Google menunjuk Gopher sebagai Google AdWords Premier Small & Medium Business Partner.

Gopher Indonesia bertugas memberikan jasa pelayanan produk-produk periklanan Google bagi para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Chief Strategy Officer Gopher, Chintaka Ranatunga, menjelaskan bahwa saat ini fasilitas iklan digital tidak hanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar.

Pelaku bisnis UKM juga dapat dan sangat dianjurkan untuk merasakan manfaat melakukan investasi melalui iklan digital.

"Iklan digital sangat bermanfaat bagi para pelaku bisnis UKM.

Biaya yang dibutuhkan untuk menggunakan fasilitas ini cukup terjangkau, dibandingkan jenis model periklanan lainnya.



Baca : Panduan Memahami Psikologi Konsumen

Selain itu, paket investasi yang ditawarkan dapat disesuaikan dengan budget pengguna," tutur Chintaka di acara konferensi pers Ghoper Indonesia yang berlangsung hari ini, Senin (12/5/2014), di Jakarta.

Ghoper Indonesia sendiri menawarkan berbagai jenis jasa layanan periklanan dari Google, seperti Google AdWords, Google Display Network dan YouTube Advertising.

Sejak tahun 2011 hingga saat ini - perusahaan telah resmi beroperasi di Indonesia, telah memiliki sekitar 1.500 klien yang didominasi oleh sektor bisnis UKM.

Gopher Indonesia juga mengklaim telah menayangkan lebih dari 233 juta kali tayangan iklan Google - yang mampu menghasilkan 8,7 juta potensi pelanggan.

Liputan6.com, Jakarta - Pertumbuhan penggunaan internet menjadi ladang emas baru bagi para pelaku pada industri iklan.

Perusahaan media PT. Excite Indonesia, juga turut serta mengambil manfaat dari potensi pertumbuhan industri iklan dengan meluncurkan platform iklan - Excite Point.

Baca : Daftar Isi Blog Artikel Strategi Pemasaran

Diungkapkan oleh CEO PT. Excite Indonesia, Chris Antonius, kehadiran Excite bertujuan untuk ikut serta menghadirkan berbagai informasi kepada pengguna internet (netter) di dalam satu 'tempat'.

Untuk itu, pihaknya bekerjasama dengan para pengiklan.

"Sama seperti Google, Facebook, dan Yahoo, kehadiran Excite ini juga memiliki tujuan untuk mendapatkan database pengguna.

Tapi perbedaannya kami memberikan point yang bisa ditukar dengan berbagai barang dan jasa layanan yang tersedia," jelas Chris di Hongkong Cafe, Jakarta, Selasa (6/5/2014).

Artinya tidak hanya menguntungkan bagi pengiklan, para pengguna pun bisa mendapatkan point untuk ditukarkan dengan barang dan jasa layanan dari para merchant.

"Excite bertujuan menghubungkan pengguna, pengiklan, dan merchant dengan point reward ini," sambungnya.

Adapun target pengguna, Excite masih fokus di Ibu Kota dengan 77 persen pengguna, sedangkan sisanya masih di Pulau Jawa.

Chris mengatakan pihaknya belum berencana melakukan ekspansi ke luar Pulau Jawa, karena target awal baru membidik orang-orang yang kerap melakukan akses internet di kota besar, terutama yang sedang berada dalam kemacetan lalu lintas Jakarta.

Digital Media Advertising
Semoga bermanfaat.

SEO Tools | SEO Company | SEO Services

Membangun Bisnis Dan Teknik Pemasaran Produk

Cara Membangun Bisnis Membangun Bisnis Dan Teknik Pemasaran Produk Bagaimana perusahaan besar melakukan analisis peluang bisnis di s...

BERLANGGANAN GRATIS

Silahkan masukan e-mail Anda untuk mendapatkan kiriman artikel terbaru dari blogumore.blogspot.com

Jangan lupa lakukan konfirmasi melalui link aktivasi yang terkirim ke e-mail Anda

Delivered by FeedBurner